EXPO KESEHATAN DI HKN

Dinas Kesehatan Kab. Banyumas pada tahu 2010 ini lagi ngegas 80 KM/Jam untuk menuju Banyumas menjadi “SINARING TANAH JAWA”, sehingga jajaran kesehatan ikut membuat terobosan berbagai peluang (walaupun mengandung RISIKO), Untuk SUKSES jelas membutuhkan tantangan. Coba Anda bayangkan kalau punya Motor atau Mobil kemudian di gantung atau saat mobil dicuci dan diangkat dg Hydrolik kemudian Anda Stater dan Gaaaaaaas sekencang-kencangnya…sudah d pastikan mobil tak berjalan…Kenapa ?Ya jelas ga ada landasannya.
Sehingga bila Anda Ingin MAJU dan Sukses maka membutuhkan landasan (sebagai gaya gesekan). Makanya DKK Banyumas mau maju biasanya ada yang PRO dan KONTRA. Nah yang kontra itu anggap saja sebagai landasan. Kalau tidak ada yang kontra…ya maju juga tapi tidak sekencang kalau ada landasan (kontra)
Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-46 Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas melaksanakan berbagai macam kegiatan yaitu, 1) Pertunjukan “Tari Bagas Sehat” Banyumas di Kementrian Kesehatan RI; 2) Upacara Peringatan HKN Ke-46, 3) Olahraga, Lomba dan Hiburan; 4) Seminar Kesehatan, Partsipasi Profesi “IDI, PPNI,PERSAGI, IBI, dan IAI”;5) Pelantikan Pengurus Komite Perawatan Komunitas dan Pengurus Komite Kebidanan; 6) Pemasangan Spanduk Tema HKN, dan Penanaman Pohon Buah di semua UPT Din.Kes, Institusi Pendidikan Kes. dan Sarana Pelayanan Kesehatan Se Kabupaten Banyumas; 7)Rapat Kerja Kesehatan Kabupaten Banyumas (Rakerkeskab);8) Pameran Sarana Kesehatan dan Pengobat Tradisional.
Pada Rakerkeskab yang dilaksanakan pada tanggal 22-23 Nopember 2010, merupakan pertemuan yang sangat penting karena saat itu diletakkannya fondasi kuat untuk pembangunan bidang kesehatan Kab. Banyumas untuk 5 tahun ke depan (2011-2015). Selain terdapat sasaran Kabupaten, Propinsi dan Nasional juga terdapat sasaran global yang sudah menjadi komitmen Nasional yaitu MDGs yang harus dicapai pada tahun 2015.
Upaya mencapai target MDGs (Millennium Development Goals), Kabupaten mempunyai peran sangat besar, dimana upayanya dibutuhkan kerjasama yang erat, serta bahu membahu antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan pihak Swasta. Dalam pembangunan kesehatan 5 tahun ke depan sudah diarahkan dan di petakan dalam RPJMD 2010-2014, oleh Bapeda Kabupaten Banyumas, karena khususnya bidang Kesehatan yang pada saat ini selain telah ditetapkan baseline budget-nya juga didasarkan kepada kinerja, atau performance based budgeting. Dan telah ditetapkan pula indikator dari berbagai kegiatan yang harus dicapai dalam suatu periode tertentu.
Target MDGs pada Bidang kesehatan secara Nasional, Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 23 / 1000 Kelahiran Hidup (KH). Untuk target RPJMD Jawa Tengah 9,8 / 1000 KH. Sedangkan capaian kinerja 2009 Kabupaten Banyumas sebesar 8,07/1000 KH dimana capaian kinerja Nasional 23/1000 KH, Jateng 10,37/1000 KH), sehingga Banyumas termasuk kategori Berhasil .
Pada Kasus Gizi Buruk target MDGs, target Nasional prevalensi < 18 %, Jateng 0,17 %. Adapun capaian kinerja 5,4%, Jawa Tengah 0,17% untuk Kab.Banyumas sebesar 0,02%. Untuk Kebijakan Teknis Pencapaian MDGs, adalah sbb :
1. Memberlakukan Standar Pertumbuhan Anak Indonesia
2. Menerapkan standar pemberian makanan bayi dan anak
3. Memperkuat peran masyarakat melalui Posyandu.
4. Meneruskan suplementasi gizi (Vit A, Fe) dan fortifikasi
5. PMT/MPASI Pemulihan diberikan kepada balita gizi kurang dan bumil dari gakin dan KEK
6. Perawatan gizi buruk dilaksanakan dengan Rawat Inap dan Rawat Jalan
7. Memperkuat survelans gizi nasional
Program Peningkatan Kesehatan Ibu Dan Anak di Dinas Kesehatan Kab. Banyumas terkait Target MDGs Tahun 2015 sbb :
1. Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 102/100.000 KH
2. Penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu 17/1000 KH
3. Cakupan kunjungan Ibu Hamil K4 95%
4. Cakupan Komplikasi Kebidanan yang ditangani 80%
5. Cakupan Linakes 90%
6. Cakupan Neonatus Komplikasi yang Ditangani 80%
7. Cakupan Kunjungan Bayi 80 %
8. Pelayanan Anak Balita 80%
9. Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan setingkat 80%
10. Cakupan peserta KB aktif 80%
Sedang program Perbaikan Gizi terkait MDGs adalah sbb:
1. Balita ditimbang D/S 80 %
2. Bayi mendapat ASI Eklusif 80 %
3. Cakupan Ibu hamil dapat Fe 85 %
4. Balita mendapat Vit A dosis tinggi 85 %
5. Keluarga mengkonsumsi Garam Yodium 80 %
6. Balita Gizi Buruk Gakin yng ditangani sesuai standar 100 %
7. Bufferstock MPAC untuk daerah bencana 100 %
8. Surveilance gizi termasuk sistem kewaspadaan dan KLB Gizi Buruk setiap Puskesmas 100 %
Pada Rakerkeskab tersebut acara juga dmeriahkan dengan EXPO KESEHATAN, yang dikuti oleh RSU dan RS Khusus, Pendidikan Kes, Industri Jamu dan Tradisional, Organisasi Profesi Kes. Dari 23 peserta ternyata STAND Terbaik I peserta d
ari RS Orthopedi Purwokerto dan Terbaik II oleh Gabungan Pengobat Tradisional Banyumas,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: