TAK ADA ANGGARAN…PAKAI PSBH

Dengan di cuter “efisiensi“mata anggaran kegiatan di hampir semua SKPD, membuat para Kepala SKPD, Kabid maupun Kasienya menjadi terganggu “LOYO” dalam merealisasikan program-program. Bagi seorang yang biasa melakukan kegiatan “enthepreneur” disemua wadah kegiatan hal tersebut membuat gairah untuk berkarya, mengapa demikian..? Disinilah otak KANAN mulai menggali potensi, meng-imajinasi kegiatan tetap berjalan walaupun terjadi penghapusan anggaran atau tanpa anggaran. Bagi Anda yang bermadzab “FOLLOWER” dan di jalan yang lurus (otak KIRI) maka Anda mengatakan “Imposible, Khayal, atau GILA LU” dan lain sebagainya. Bawor Dinkes sedikit berbagi pengalaman yaitu dengan Pendekatan PSBI (Problem Solving for Better Inisiatif)
Problem Solving for Better Health (PSBH), merupakan bagian dari gerakan Problem Solving for Better Health yang diprakarsasi oleh suatu yayasan non profit yang bernama The Dreyfus Health Foundation, yang berpusat di New York, USA. Pendekatan PSBH ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr Barry Smith, seorang dokter ahli bedah otak dari Bostom University School of Public Healt, USA tahun 1993.
Pada saat ini PSBH telah berkembang di 26 negara meliputi: Afrika Selatan, Amerika Serikat, Brazil, Belarus, Bulgaria, Cameroon, Cina, Costarika, El Savador, Ghana, Guyana, India, Indonesia, Jordania, Kenya, Lithuania, Mali, Mexico, Nigeria, Polandia, Republik Dominica, Romania, Slovakia, Tanzania, Uganda, Ukraina, dan Zambia.
Di Indonesia PSBH diperkenalkan dan dikembangkan sejak tahun 1999 di Pusat Penelitian Keluarga Sejahtera Universitas Indonesia (PUSKA UI) dan telah berkembang di berbagai provinsi. Pada mulanya PSB Health (problem solving for better health) dan berkembang di beberapa rumahsakit baik swasta maupun negeri menjadi PSB Hospitals. Adapun pemegang lisensi workshop PSBH adalah Yayasan Indonesia Menuju Sehat (YIMS) di Jakarta.
Rumahsakit-rumahsakit yang telah melaksanakan pendekatan PSBHospital yaitu ;RSUP Fatmawati Jakarta,RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo Jakarta, RS Dr. Sardjito Yogyakarta, RSU Haji Surabaya, RS Dr. Wahidin Makasar, RS Panti Wilasa Citarum Semarang, RS Pondoh Indah Jakarta, RS St Boromeur Bandung, PERDAKI Pusat, PELKESI Wilayah III, RSUD Banyumas dan sebagainya.
RSU Banyumas sendiri telah menghasilkan ratusan solusi tanpa biaya pada 81 masalah kesehatan di rumah sakit. Nah bagaimana dengan Dinas Kesehatan, PUSKESMAS, Swasta atau Dinas lainne, apakah mau melakukan pendekatan PSBH, SILAHKAN HUBUNGI Ronin Hidayat (Fasilitator PSBH Tingkat Nasional)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: