Mengapa Jamu Harus BKO?

Membaca berita di media masa ,“Mabes Polri gerebek Pabrik Jamu Berbahan Kimia di Banyumas dan Cilacap. Tim Mabes Polri membongkar lima pabrik jamu yang mengandung bahan kimia obat di Banyumas dan Cilacap. Pabrik tersebut memiliki omzet sampai miliaran rupiah. Mendengar kata miliaran rupiah, satu kata yang tercetus…. ‘WOW!!!! Tapi juga kenapa mereka di gerebeg berulang kali “TIDAK KAPOK-KAPOK ?” Kenapa hayo pembaca…

Dinegara kita banyak sekali tumbuh tanaman obat yang disebut juga sebagai obat asli Indonesia. Banyak sekali orang termasuk saya ; seorang apoteker; yang yakin sekali akan khasiat jamu. Jamu atau obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan berasal dari tumbuhan, hewan dan mineral atau campurannya yang telah secara turun-temurun telah digunakan berdasarkan pengalaman. secara turun-temurun.Sebenarnya jamu bisa menjadi harta karun yang tak terkira bagi negeri kita, andaikata kita bisa mengangkat jamu seperti di China menjadi produk yang spesifik Indonesia.Tapi kita tak henti-hentinya bergulat dengan kenyataan bahwa jamu kita tidak semuanya “baik”. Hanya sekian persen saja jamu adalah jamu yang lain adalah tablet obat overdosis berbau jamu.
Pemerintah sudah mengeluarkan Pedoman CPOTB yaitu seluruh aspek yang menyangkut pembuatan obat tradisional. CPOTB ini bertujuan untuk menjamin agar produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu yang ditentukan.Mutu produk tergantung dari bahan awal, proses produksi dan pengawasan mutu, bangunan , peralatan dan personalia yang menangani.Namun sayang konsep yang baik ini juga membutuhkan biaya yang lumayan banyak pula, yang banyak pengusaha jamu merasa berraaaat sekali. Kalau omzetnya sudah milyaran, apa sulitnya untuk menyediakan bangunan dan peralatan serta tenaga yang memenuhi persyaratan?
Kepercayaan masyarakat pada jamu mestinya membuat banyak pengusaha berusaha dibidang jamu. Untuk menjadi pengusaha jamu yang tidak merusak “pakem”jamu diperlukan pula kepercayaan pengusaha itu sendiri terhadap jamu. Sehingga dia akan rela nguri-uri harta karun peninggalan nenek moyang yang berharga ini. Tidak sayang mengeluarkan biaya ,tenaga, usaha supaya jamu yang dihasilkan baik, aman dan cespleng.
Saya yakin pengusaha yang mencampurkan BKO tersebut tidak percaya kepada khasiat jamu. Jangankan percaya, mengenalpun jangan-jangan juga tidak. Dalam segelas jamu terdapat zat-zat berkhasiat yang dapat berfungsi sebagai obat contohnya:ekstrak temulawak terbukti dapat sebagai hepatoproktektor. Atau dalam rimpang jahe atau Zingiber Officinalle terdapat zat yang berkhasiat analgetik dan antiflatulent. Maka tidak perlu jamu pegel linu atau jamu masuk angin ditambahkan antalgin dalam jumlah tidak tanggung-tanggung. “Ben cepet mari” kata seorang pengusaha jamu, tapi kenyataan yang ada justru “Ben cepet (maaf) mati”. Marilah pengusaha jamu terutama kabupaten Banyumas, cintailah jamu. Nama jamu yang sudah membuat anda menuai rupiah,bisa naik Honda jazz, dan bisa bayar hotel mewah. Walaupun gratis, saya yakin anda tidak akan betah berada di hotel prodeo. Dengan mencintai dan belajar mengenal jamu dan obat asli Indonesia semoga produk yang dihasilkan akan bebas dari bahan berbahaya.
Andina Padmaningum, S. Si, Apt
Staf Ahli P2SDK DKK Banyuma
s

2 Tanggapan to “Mengapa Jamu Harus BKO?”

  1. Wisongko Says:

    1. Sudah saatnya pemerintah mengembalikan citra jamu sebagai “jamu” yang sesungguhnya, karena “jamu” merupakan aset bangsa yang takternilai jika dikembangkan secara profesional, bumi kita kaya akan tumbuh2an yang berkhasiat sebagai “jamu”.

    2. Pemerintah harus bertindak tegas kepada para pengusaha jamu yang menggunakan BKO, dan diberi sangsi sesuai perUndangan yang berlaku.

    3.Pemerintah harus mengawasi secara ketat peredaran obat obatan ( BKO ) dan mererapkan sangsi yang tegas kepada pelaku jual beli BKO yang tidak sesuai peruntukannya.

  2. Yah… emang orang Indonesia, kebanyakan sukanya yang instan2… Jangankan suruh meneliti tentang jamu yang berkhasiat… untuk memakai jamu asli saja gak mau,, lama sembuhnya… katanya.. belum teruji, gak ada ilmiahnya. Padahal mereka tahu, tanaman disekitar kita saja banyak yang mempunyai khasiat jamu. Bahkan dihutan saja, misalnya di lereng selatan gunung Slamet banyak sekali tanaman bawah yang berpotensi sebagai bahan jamu. Dibawah pohon2 pinus di KPH Gombong (yg masuk wilayah banyumas) ada sekitar 44 macam tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tanaman jamu, juga di hutan daerah banyumas selatan ada sekitar 22 macam tumbuhan obat yang sudah pernah diteliti. Itu baru dihutan, lagi tanaman obat yang di biasa ditanam oleh masyarakat, waaaaah banyak sekali yang berpotensi sebagai tumbuhan obat. Pengin tahu apa saja??? Mbok pengin jadi peneliti jamu nih… Udah aku kasih tahu potensi hutan kita ttg tumbuhan obat yang ada….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: